Resensi Buku My Not So Perfect Life (Hidupku yang Tak Sempurna)


Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Penulis : Sophie Kinsella
hlm : 426

     Katie Brenner bekerja di Cooper Clemmow sebagai staf tim riset di London. Setiap hari dia harus pergi ke kantor dengan kereta dari flat sempit tempatnya tinggal dengan berdesak-desakan. Bertolak belakang dengan kenyataan sehari-hari, Katie selalu menampilkan di Instagramnya seolah dia memiliki hidup yang asyik. Katie bahkan mengubah namanya menjadi Cat supaya terdengar lebih keren. Dengan gaji pas-pasan, Katie berusaha bertahan hidup di London setelah laptopnya rusak dan bahkan sempat dikira gelandangan. Itu bukan titik terendah hidupnya. Katie tiba-tiba dipecat tanpa alasan yang jelas oleh Demeter, bosnya dan terpaksa kembali ke kampung halamannya di Somerset. Tak ingin membuat ayahnya khawatir dan kecewa, Katie tidak menceritakan pemecatan yang dialaminya dan berbohong bahwa dia tengah cuti. Tentu, kembalinya Katie ke rumah disambut ayah dan ibu tirinya dengan gembira. Dengan bantuan Katie dalam membuat brosur dan website, mereka bertiga membuat bisnis glamping dengan nama Ansters Farm Country Retreat. Di tengah-tengah kesibukannya membantu orang tuanya, Katie menyempatkan diri melamar pekerjaan. Sayangnya mencari pekerjaan baru tidak semudah yang diharapkan Katie.

     Kejutan dalam hidup Katie seolah tak ada habisnya. Demeter dan keluarganya ternyata menjadi tamunya di Ansters Farm. Merasa marah dengan Demeter yang dinilainya menyebalkan, Katie mengecat rambutnya agar tidak dikenali Demeter dan berniat membalas dendam pada mantan atasannya. Katie mengarang cerita tentang Vedari, kegiatan spiritual yang eksklusif dan mempermainkan Demeter dengan memintanya memakai pakaian dari karung goni, berbaring di lumpur, mengolesi wajah dan rambut dengan lumpur, dan membersihkan tapak kuda dari kotorannya. Katie meyakinkan Demeter bahwa hal itu adalah bagian dari ritual Vedari yang juga dipraktekkan oleh Gwyneth Paltrow. Tak puas dengan itu, Katie membawa Demeter berlari di hutan dan membiarkannya terperosok ke dalam rawa. Balas dendamnya yang telah melewati batas membuat Demeter curiga dan dia akhirnya mengenali Katie. Tanpa sengaja, Demeter membongkar rahasia Katie pada orang tuanya bahwa dia telah dipecat. Keadaan tambah kisruh saat Alex Astalis, partner di Cooper Clemmow yang ditaksir Katie tiba-tiba muncul untuk memecat Demeter.

     Katie tiba-tiba merasa kasihan pada Demeter. Setelah pertengkarannya dengan eks bosnya itu, Katie baru menyadari kemudian bahwa Demeter tidak seburuk yang dia pikirkan. Demeter memang ribet, serampangan, dan tidak sensitif sehingga membuatnya terlihat menyebalkan. Hal ini membuat dirinya dibenci oleh para bawahannya. Katie dan Demeter baru menyadari bahwa selama ini para bawahannya melakukan sabotase terhadap Demeter sehingga Alex ingin memecatnya. Demeter sendiri sampai mengira dirinya mengalami demensia dini. Katie berniat membantu Demeter untuk membuktikan sabotase itu. Katie pun kembali ke London dan berhasil merekam percakapan eks teman-teman sekantornya dan terbukalah apa yang sebenarnya terjadi. Selama ini Sarah, Rosa, dan Flora yang diam-diam melakukan sabotase terhadap pekerjaan Demeter sehingga dia dinilai tidak kompeten dan akan dipecat. Berkat bantuan Katie kebenaran akhirnya terungkap. Demeter bisa mempertahankan pekerjaannya. Katie dan Demeter kini bersahabat. Sarah, Rosa, dan Flora dipecat. Demeter dan Alex lalu meyakinkan Katie untuk melamar pekerjaan di Cooper Clemmow, kali ini sebagai creative director. Katie pun mendapatkan pekerjaan impiannya. Belakangan meski sempat berpisah dengan Alex yang pergi ke New York, Alex memilih kembali ke London dan menjalin hubungan asmara dengan Katie.

     Novel ini cukup menghibur dengan dialog dan deskripsi yang lucu khas Sophie Kinsella. Pesan moral dari novel ini cukup mengena tanpa kesan menggurui bahwa seringkali yang ditampilkan seseorang dalam media sosialnya hanya sekadar satu sisi saja. Tentu sisi yang baik yang ditampilkan. Di akhir cerita Katie membuat akun untuk menunjukkan sisi tak sempurna dari kehidupan seperti judul novel ini. Kinsella merangkum pesan moral ini dalam dialog antar tokohnya, "Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, love. Siapa pun yang memulai kabar burung bahwa kehidupan harus sempurna pastilah orang yang sangat jahat." (hlm 348). Hidup memang tidak sempurna, karenanya tidak perlu iri dengan hidup orang lain yang terlihat glamor. Seringkali itu hanya satu sisi belaka, sementara sisi yang lain tetap tersembunyi. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku Finding Audrey (Aku, Audrey)

Resensi Buku How to Fall in Love (Cara Jatuh Cinta)