Resensi Buku Mini Shopaholic
Penulis : Sophie Kinsella
hlm : 488
ISBN : 978-602-03-1789-2
Rebecca kesulitan menghadapi putrinya yang berusia dua tahun, Minnie saat sedang berbelanja Natal. Minnie menginginkan kuda poni dari kayu dan menangis saat Rebecca tidak mau membelikannya. Rebecca terluka saat seorang ibu mengomentari anaknya manja.
Berbeda dengan Luke, Rebecca ingin memberikan adik untuk Minnie. Luke menolak karena menurutnya seorang Minnie saja sudah membuat mereka kewalahan. Sementara itu, Tom dan Jessica kembali dari Cile untuk merayakan Natal dan mengejutkan semua orang karena ternyata mereka sudah menikah.
Untuk hari pembaptisan Minnie, Rebecca memutuskan untuk berpakaian dengan tema Rusia, namun ibu Rebecca dan Janice, tetangganya berkeras memakai tema Jepang sehingga membuat Rebecca kesal. Ibu Rebecca ternyata juga memesan makanan Jepang. Akhirnya Rebecca dan ibunya sepakat memakai tema fusion Rusia-Jepang. Luke mungkin akan melewatkan acara pembaptisan Minnie karena terlambat datang. Namun, acara pembaptisan Minnie tertunda saat semua orang bergegas pergi ke bank setelah menerima berita melalui ponsel bahwa Bank of London bangkrut, termasuk sang pastor.
Saat menjadwal ulang pembaptisan Minnie, Rebecca lalu mendapat ide untuk membuat pesta kejutan untuk ulang tahun Luke berikutnya. Rebecca ingin membuat pesta besar-besaran, namun Jessica dan teman-temannya menasihati untuk membuat pesta yang hemat saja. Tak lama pastor datang ke rumah dan menyelesaikan membaptis Minnie.
Saat krisis terjadi, Rebecca dan keluarganya setuju melakukan PIP (Pengetatan Ikat Pinggang). Luke mengusulkan pada Rebecca untuk setidaknya memakai pakaiannya sebanyak tiga kali sebelum membeli yang baru. Luke juga menunda membeli mobil. Namun, rencana pindah rumah akan tetap terlaksana dalam empat minggu. Rencana ini disambut gembira orang tua Rebecca. Sayangnya, lagi-lagi Rebecca gagal mendapatkan rumah impiannya. Ini sudah kelima kalinya.
Rebecca bekerja sama dengan Bonnie, asisten Luke untuk menyiapkan pesta ulang tahun kejutan untuk Luke. Bonnie tidak keberatan, tapi jelas merasa rikuh saat Rebecca memintanya membujuk Luke untuk mengubah ruang bawah tanah untuk ruang olah raga saja dan bukan untuk gudang anggur seperti keinginan Luke.
Elinor, mertua Rebecca datang ke The Look dan memborong pakaian. Setelah keheningan panjang, akhirnya dia mengaku pada Rebecca bahwa dia ingin bertemu cucunya. Rebecca berusaha menanyakan kesediaan Luke, tapi sepertinya Luke masih marah pada ibunya; jadi Rebecca membawa Minnie untuk bertemu Elinor dengan diam-diam tanpa sepengetahuan Luke.
Rebecca menggaji seorang pengasuh anak tiga hari seminggu untuk mengasuh Minnie sementara Rebecca bekerja di The Look. Sayangnya Rebecca tidak berterus terang tentang perilaku Minnie yang keras kepala dan manja. Si pengasuh pun langsung mengundurkan diri.
Demi penghematan, Rebecca mencoba tidak berbelanja untuk keperluan pesta ulang tahun kejutan Luke. Sesuai saran Jessica, Rebecca melakukan barter melalui internet. Rebecca justru rugi karena menyerahkan tas-tasnya pada tiga remaja karena kasihan dan rugi empat ratus poundsterling setelah melakukan barter untuk canape. Namun, ayah seorang remaja tadi bersedia memberikan tenda bekas sebagai barter atas tas-tas yang didapat putrinya.
Sebagai ibu, Rebecca pusing dengan tingkah putrinya. Minnie bermain dengan laptop dan tanpa sengaja memesan enam belas mantel melalui internet. Ibu Rebecca sendiri sudah kewalahan dengan barang-barang Rebecca yang menumpuk di dalam rumah. Rebecca pun berjanji akan pindah dalam dua hari sekadar untuk menghibur ibunya. Rebecca dan Luke lalu mengontrak rumah, tapi orang tua Rebecca mengira mereka membelinya. Rebecca sengaja tidak memberitahu orang tuanya karena menurut mereka mengontrak rumah itu membuang-buang uang. Namun, Rebecca dikejutkan saat orang tua dan tetangganya membuntuti mereka dengan mobil untuk melihat rumah baru mereka. Keadaan bertambah parah. Ternyata rumah kontakan yang akan ditempati mereka sudah terlebih dulu terisi oleh orang lain.
Saat ibu Rebecca mengetahui kenyataan yang sebenarnya, dia pun marah besar. Untuk meredakan kemarahan ibunya, Rebecca pun mengatur orang tuanya yang tinggal sementara di The West Place, sementara mereka pulang ke rumah orang tua Rebecca.
Untuk mengatasi kenakalan Minnie, Luke mengundang Nanny Sue. Rencana ini tidak disukai oleh Rebecca. Di akhir observasinya, Nanny Sue menyimpulkan tidak ada masalah dengan Minnie. Justru Rebecca yang dianggapnya kecanduan belanja dan harus mengikuti kamp pelatihan.
Bujet untuk ulang tahun kejutan Luke membengkak. Tadinya Rebecca berniat meminta kenaikan gaji pada atasannya sampai rahasianya terbongkar. Akibat kesalahannya memperkenalkan belanja rahasia pada kliennya tanpa persetujuan atasannya, Rebecca pun diskors sampai jangka waktu yang belum ditentukan. Belum lagi, Luke berniat pergi ke Paris untuk rapat pada hari ulang tahunnya sehingga pestanya terancam batal.
Rebecca sudah hampir menyerah untuk mengadakan pesta ulang tahun kejutan untuk Luke, tapi Elinor bersedia membantu. Rebecca memang mengatur beberapa pertemuan antara Minnie dan Elinor tanpa sepengetahuan Luke. Seharusnya pesta untuk Luke beres, sampai Bonnie tanpa sengaja mengirimkan surel ke semua kontak tentang ulang tahun Luke. Sekarang semua yang mengenal Luke mengirimkan surel selamat ulang tahun untuknya dan bahkan mengunggah video ucapan ulang tahun di YouTube. Rebecca terpaksa merusak ponsel Luke dan menyembunyikan laptopnya agar pesta kejutannya tetap bisa menjadi kejutan. Koran Daily World pun mengangkat fenomena ulang tahun Luke yang heboh. Untunglah pertolongan datang pada saat yang tak terduga. Sage Seymour menawarkan bantuan pada Rebecca untuk membuat Luke sibuk sehingga tidak akan sempat mengecek surelnya.
Pesta kejutan untuk Luke diketahui oleh Luke tanpa sengaja, tapi Luke akhirnya tetap terkejut karena Rebecca menyiapkan dua lokasi pesta, di rumah Janice dan di rumah Tarkie-Suze. Namun, bukan Luke saja yang mendapat kejutan. Rebecca dikejutkan oleh berita yang dibawa Luke. Karena urusan pekerjaan, mereka akan pindah ke Holywood.
Membaca novel ini sangat menyenangkan. Para pembaca ikut dibawa ke kehidupan sehari-hari seorang Rebecca. Segala keseruan dan kelucuan yang dialami Rebecca membuat pembaca tertawa, misalnya saja pertengkaran orang tua Rebecca seputar penghematan yang harus dilakukan. Juga pembaca dibuat kasihan oleh karakter Elinor, ibu kandung Luke yang dibenci oleh putranya sendiri. Novel ini membuat pembaca ikut jatuh hati pada karakter Rebecca yang sekalipun gila belanja, tapi selalu gigih dan karena itu hampir selalu mendapatkan apa yang ia inginkan.
Jika ingin membaca novel ini dan belum sempat membeli, novel ini dapat dipinjam di Ipusnas.

Komentar
Posting Komentar