Resensi Buku Shopaholic and Baby (Si Gila Belanja Punya Bayi)
Penulis : Sophie Kinsella
hlm : 440
ISBN : 978-602-03-1749-6
Rebecca sudah ingin membeli perlengkapan untuk bayi yang tengah dikandungnya, tapi suaminya, Luke tidak ingin mengetahui jenis kelamin bayinya. Luke ingin jenis kelamin bayinya menjadi kejutan saat melahirkan nanti. Meskipun belum mengetahui jenis kelamin bayinya, Rebecca sudah berbelanja pakaian untuk bayi perempuan. Dia berniat berbelanja lebih banyak lagi karena Rebecca sudah memiliki lima belas fasilitas kredit dari lima belas bank berbeda.
Saat berbelanja di Bambino, Rebecca tanpa sengaja mendengar tentang dokter kandungan langganan para selebriti bernama Venetia Carter. Tanpa mempedulikan larangan Luke, Rebecca pun ingin berganti dokter kandungan. Saat akhirnya Luke setuju berganti dokter, Rebecca baru tahu ternyata sang dokter adalah mantan pacar Luke sewaktu masih kuliah. Karena cemburu, Rebecca menyewa detektif swasta bernama Dave Sharpness untuk mencaritahu apakah Luke berselingkuh dengan Venetia, meskipun dia merasa bersalah telah memata-matai Luke, lalu membatalkan permintaannya.
Luke dan Rebecca juga berniat pindah dari apartemennya sebelum bayinya dilahirkan. Mereka mulai mencari rumah untuk dibeli. Sementara itu, saat menghadiri pesta ulang tahun ibu Rebecca, Jessica bertemu Tom dan keduanya saling tertarik dan cocok. Sayang sekali, Jessica mendapat tawaran kerja di Cile dan berniat menerimanya, sehingga hubungan mereka menemui kendala.
Rebecca bekerja di The Look, depstor yang sepi dan jarang pengunjung. Ditambah dengan publisitas negatif membuat The Look semakin tak memiliki pengunjung. Rebecca lalu memberi ide untuk menyewa jasa Danny Kovitz, teman desainernya di New York untuk membuatkan koleksi eksklusif untuk The Look. Strategi Rebecca berhasil. Sekarang The Look dijejali para pengunjung yang berdiri mengular untuk mendapatkan koleksi terbaru dari Danny Kovitz.
Karena terus-terusan mencurigai Luke dan Venetia, Rebecca pun jatuh pingsan di tengah pesta dan harus dirawat di rumah sakit. Elinor, ibu Luke pun menjenguk Rebecca.
Rebecca dan Luke akhirnya bicara. Luke menjelaskan masalah yang dihadapi perusahaannya. Rebecca dan Luke pun berbaikan setelah kesalahpahaman di antara keduanya. Bertepatan dengan pemotretan dengan majalah Vogue, Rebecca tiba-tiba merasa mulas dan mengira akan melahirkan, tapi sesampainya di rumah sakit, ternyata belum waktunya bagi Rebecca untuk melahirkan.
Rebecca berniat menolong Luke dari kliennya, Ian Wheeler yang sewenang-wenang terhadap staf Luke. Dia meminta bukti-bukti yang memberatkan dari Dave Sharpness, detektif swasta yang pernah dia mintai jasanya. Ian pun akhirnya dipecat. Sementara itu Suze, Jessica, dan teman-teman Rebecca membuatkan pesta syukuran kejutan untuk kehamilan Rebecca. Tentu Rebecca senang dengan pestanya, kalau saja tidak ada telepon yang mengganggu. Rebecca dan Luke kehilangan rumah yang sudah mereka incar karena Luke tidak bisa membayar lebih cepat dan ada pembeli lain yang bisa langsung membayar. Rebecca tak tahu nanti harus tinggal di mana karena apartemen mereka sudah terjual dan kelak harus ditinggalkan.
Saat melihat kiriman manset yang dikirim Venetia untuk Luke, Rebecca bermaksud melabraknya. Dia terpaksa berpura-pura akan melahirkan untuk bisa bertemu Venetia. Sayang sekali ponselnya tertinggal di resepsionis dan di tengah kesimpangsiuran semua orang mengira dia benar-benar akan melahirkan, termasuk Suze, Luke, dan ibu Rebecca. Saat Venetia akhirnya datang, Rebecca benar-benar melabrak Venetia di depan semua orang. Venetia yang ternyata memang benar mau merebut Luke dari Rebecca marah karena Luke lebih memilih Rebecca. Akibat Luke dan Rebecca bertengkar dengan Venetia, air ketuban Rebecca pecah dan kali ini dia benar-benar akan melahirkan.
Bayi Rebecca dan Luke berjenis kelamin perempuan dan dinamai Minnie Brandon. Untuk sementara sebelum membeli rumah sendiri, Luke dan Rebecca tinggal di rumah orang tua Rebecca.
Sesuai dengan judul novel ini, karakter Rebecca memang digambarkan gila belanja. Berhubung Rebecca tengah mengandung, maka yang dibelinya segala tetek bengek untuk bayi. Sophie Kinsella menuturkan dengan seru dan lucu segala peristiwa yang dialami Rebecca, Luke, dan teman-teman mereka. Momen mengharukan dalam novel ini adalah saat Suze membuat pesta syukuran kejutan untuk Rebecca, sementara momen menegangkan adalah saat Rebecca bertengkar dengan Venetia. Moral cerita dari novel ini seolah ingin mengatakan kemewahan bukanlah segalanya, tapi cinta kasih, seperti ditunjukkan saat Rebecca kehilangan kesempatan memiliki rumah idaman. Dia tetap dapat bertahan meski sementara menumpang di rumah orang tuanya.
Jika ingin membaca buku ini dan belum sempat membelinya, buku ini dapat dipinjam di Ipusnas.

Komentar
Posting Komentar