Resensi Buku Kisah Pi
Akibat pergolakan politik di negaranya, ayah Pi memutuskan untuk menjual kebun binatangnya dan meninggalkan India bersama keluarganya untuk menetap di Kanada. Pada hari keempat berlayar, kapal yang mereka tumpangi tenggelam. Hanya Pi yang selamat setelah dilemparkan ke sekoci yang berisi Richard Parker, seekor harimau, seekor hyena jantan, zebra yang patah kakinya, dan orang utan betina. Si zebra dan orang utan lalu mati dibunuh si hyena. Si hyena mati dibunuh harimau.
Pi bertahan hidup dengan menampung dan menyuling air hujan, menemukan cadangan makanan di sekoci, menjinakkan si harimau dengan memberinya makan dari hasil memancing. Setelah terlunta-lunta di laut sampai beratus-ratus hari, sekocinya akhirnya berhasil mendarat di pantai. Pi akhirnya diselamatkan oleh penduduk setempat dan dibawa ke rumah sakit. Pada orang-orang yang mewawancarainya, Pi menuturkan bahwa si zebra adalah pelaut Taiwan, si hyena adalah si tukang masak, si orang utan adalah ibu Pi, dan si harimau adalah Pi sendiri. Pi kehilangan seluruh keluarganya: kedua orang tuanya dan kakak lelakinya. Pi lalu dibesarkan oleh ibu angkatnya hingga dewasa, membentuk keluarga, dan akhirnya berbahagia.
Pada awalnya Kisah Pi dengan lancar menuturkan tentang kehidupan Pi dan penghuni kebun binatang miliknya, lalu saat pelayaran dimulai dan tenggelamnya kapal, kisah Pi yang sesungguhnya baru saja dimulai. Melewati bab demi bab, pembaca ikut dibawa merasakan keputusasaan Pi saat terkatung-katung di laut, panjangnya hari-hari tanpa pertolongan sampai akhirnya penderitaannya berakhir. Sungguh, kisah yang luar biasa.

Komentar
Posting Komentar