Resensi Film Ride On

 


Film yang naskahnya ditulis dan disutradarai oleh Larry Yang ini mengisahkan tentang Lao Luo (Jackie Chan) yang berprofesi sebagai pemain pengganti dengan kudanya, Red Hare. Akibat kecelakaan yang pernah dialaminya Lao sempat koma dan tak dapat bicara sebelum akhirnya pulih. Imbasnya Lao pun dililit hutang. Karena belum dapat melunasi hutang-hutangnya, Lao pun harus berhadapan dengan Dami (Andy On) dan anak buahnya. Alhasil aksi baku hantam antara Lao dan Dami pun tak terelakkan. Lao pun berusaha melarikan diri dari Dami yang mengincar Red Hare sebagai ganti hutang Lao. Ditambah He Xin (Yu Rongguang), seorang CEO juga mengutus para pengacaranya untuk menyita Red Hare dianggap aset perusahaan. Oleh teman-temannya, Lao pun dianjuri untuk minta bantuan pada Xiao Bao (Liu Haocun), putrinya yang sudah lama tak dia temui. Sejak bercerai dengan istrinya yang kemudian meninggal, Lao memang tak memiliki hubungan yang baik dengan Bao. 

     Mulanya Bao bersikap dingin pada ayahnya saat pria itu datang untuk minta bantuan. Terlebih dia bukan pengacara. Belakangan Bao melunak dan meminta kekasihnya, Mickey (Guo Qilin) untuk menolong ayahnya. Sementara itu untuk melunasi hutang-hutangnya, Lao masih bekerja bersama Red Hare sebagai pemeran pengganti dan melakukan aneka adegan berbahaya. Bao yang khawatir akan keselamatan ayahnya dan Red Hare berusaha menangani kontrak kerja ayahnya. Dia bahkan melarang ayahnya dan Red Hare berhenti mengerjakan pekerjaan berbahaya sebagai pemeran pengganti. Meski telah berjanji untuk berhenti, Lao tak bisa menampik tawaran pekerjaan terakhir yang ditawarkan padanya. Hubungannya dengan Bao pun merenggang kembali. Namun, saat Red Hare terancam disita Lao dan Bao pun berbaikan kembali. Sayangnya, kasus mereka kalah di pengadilan dan Lao pun harus merelakan kudanya berganti pemilik. 

     Film ini seperti layaknya film Jackie Chan lainnya sarat adegan laga. Seru dan lucu bagaimana Lao dan Red Hare berusaha melarikan diri sekaligus melawan Dami yang sempat ingin mencuri Red Hare. Mengharukan saat Bao mencemaskan keselamatan ayahnya dan Red Hare. Adegan paling mengharukan adalah saat Red Hare menolak diserahkan ke pemilik barunya dan meronta dari kekangan. Red Hare lalu berlari mengikuti Lao yang berkendara pulang dengan Bao dan Mickey yang juga ikut mengantar Red Hare ke rumah barunya. Red Hare berkali-kali terjatuh demi berlari membuntuti Bao. Bao pun berusaha tabah dan merelakan Red Hare berganti tuan. Bao menghardik Red Hare agar tidak mengikutinya. Tentu saja setelah emosi penonton dikuras, film ini berakhir bahagia dengan dikembalikannya Red Hare kepada Lao setelah Bao bicara pada He Xin. Apalagi Red Hare menolak makan setelah berganti pemilik. 

     Film ini membawa penonton tertawa dan menangis. Tertawa karena kelucuan Lao dan Red Hare saat berusaha lolos dari Dami, juga dibawa menangis melampaui momen mengharukan ayah-anak antara Lao dan Bao, juga antara Lao dan Red Hare. Secara keseluruhan, film ini tidak mengecewakan untuk ditonton.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku Finding Audrey (Aku, Audrey)

Resensi Buku My Not So Perfect Life (Hidupku yang Tak Sempurna)

Resensi Buku How to Fall in Love (Cara Jatuh Cinta)