Resensi Film The Boogeyman
Film yang disutradarai oleh Rob Savage berdasarkan cerita pendek karangan Stephen King ini berkisah tentang Will Harper (Chris Messina) yang baru saja kehilangan isterinya karena kecelakaan. Will pun harus membesarkan kedua putrinya, Sadie (Sophie Thatcher) dan Sawyer (Vivien Lyra Blair) sendirian. Will yang berprofesi sebagai terapis mengaturkan sesi terapi bagi kedua putrinya dengan Dr Weller (LisaGay Hamilton). Selain untuk membicarakan kehilangan ibu mereka, juga karena Sawyer takut gelap.
Will yang berpraktek di rumahnya, suatu hari menerima pasien baru tanpa janji temu sebelumnya, Lester Billings (David Dastmalchian). Sang pasien mengaku telah kehilangan semua anaknya. Masyarakat beranggapan bahwa dialah pembunuhnya, namun Lester berkata bahwa monster yang membunuh anak-anaknya dan bahwa dia menyesal karena terlambat memercayai ucapan anak-anaknya sebelum mereka meninggal. Merasa ada yang tak beres dengan pasiennya, Will berdalih akan ke toilet sebentar. Dia lalu menelepon polisi karena merasa Lester berbahaya. Sementara itu, Sadie yang bertengkar dengan temannya di sekolah, memilih pulang ke rumah. Tak dapat dielakkan Will dan Sadie lalu menemukan Lester yang tewas tergantung di pintu lemari. Polisi pun menyimpulkan bahwa Lester tewas bunuh diri.
Sejak kematian Lester, Sawyer semakin takut akan gelap dan dia mulai melihat monster. Sawyer berusaha menceritakannya pada Sadie, namun Sadie tak percaya dan berasumsi bahwa itu semua hanya imajinasi Sawyer. Saat Sadie mendengarkan rekaman percakapan ayahnya dan Lester saat sesi terapi, Sadie menemukan kemiripan antara cerita Lester dan pengalaman Sawyer. Sadie pun mulai memercayai adiknya. Dia bahkan mendatangi rumah Lester dengan ditemani sahabatnya, Bethany (Madison Hu). Di dalam rumah yang serba gelap dan berantakan, Sadie menemukan banyak lilin yang ditebarkan menutupi lantai. Sadie juga akhirnya bertemu Rita (Marin Ireland), isteri Lester. Sadie pun berlari keluar rumah dengan ketakutan saat Rita mengatakan bahwa The Boogeyman, monster yang mengincar mereka ada di belakangnya dan Rita lalu menembaki udara kosong.
Tak hanya Sawyer, Sadie pun ikut diganggu oleh monster yang konon bernama The Boogeyman. Puncaknya saat Sadie terkunci di dalam lemari dalam keadaan gelap gulita, sementara Sawyer dilukai hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Sadie pun berusaha bicara pada ayahnya, namun sayang Will tak percaya pada monster. Setelah mendapat pesan dari Rita bahwa dia mungkin bisa melenyapkan The Boogeyman, Sadie pun menuju rumah Rita.
Di luar perkiraan Sadie, Rita malah mengikatnya untuk menjadi umpan The Boogeyman. Tak lama The Boogeyman pun datang dan membuat lilin-lilin padam. Saat The Boogeyman hampir menyerang Sadie, Rita pun menembaki The Boogeyman. Mengira The Boogeyman sudah mati, Rita pun meludahinya dan hilang kesiagaan. Sementara The Boogeyman menyerang Rita, Sadie berhasil meloloskan diri dan menghambur keluar rumah. Saat menerima telepon dari ayahnya, Sadie memperingatkan Will agar pergi ke tempat ramai dan terang untuk menghindari The Boogeyman. Belum selesai bicara Will yang masuk rumah bersama Sawyer telah diserang The Boogeyman.
Sadie pun pulang ke rumah dan menemukan Sawyer berlilitkan lampu untuk membentengi diri dari The Boogeyman sementara ayah mereka dibawa The Boogeyman ke ruang bawah tanah. Tak ingin kehilangan ayah juga setelah kehilangan ibu, Sadie memberanikan diri masuk ke ruang bawah tanah untuk menolong ayahnya. Sawyer masih berlilitkan lampu mengikuti Sadie.
Hanya berbekal korek api dan cairan penyemprot yang mudah terbakar, Sadie berusaha melawan The Boogeyman. Sadie sempat hampir terbunuh oleh The Boogeyman, beruntung Will tiba-tiba datang menolongnya. Sadie pun membakar The Boogeyman hingga rumah mereka turut dilalap api. Barang-barang milik mendiang ibu mereka pun ikut terbakar.
Film berakhir dengan adegan Will, Sadie, dan Sawyer melakukan terapi dengan Dr Weller. Saat Will dan Sawyer sudah keluar ruangan, Dr Weller memanggil Sadie. Sadie pun masuk kembali dan tak segera menemukan Dr Weller. Suasana yang remang-remang dan pintu yang terbuka pun membuat penonton menduga-duga apakah The Boogeyman akan menyerang lagi. Adegan berakhir saat Dr Weller akhirnya muncul dan Sadie menutup pintu yang terbuka.
Secara keseluruhan, film ini cukup menegangkan dari awal hingga akhir. Ketegangan dibangun perlahan tapi pasti. Penonton ikut dibuat merasakan rasa takut Sawyer akan gelap. Setiap kali karakternya berada di dalam gelap, penonton juga dibawa ikut mencemaskan keselamatan si karakter. Ending film ini juga termasuk bahagia, karena The Boogeyman berhasil dimusnahkan.

Komentar
Posting Komentar