Review Film Night Swim

 


Film yang disutradarai oleh Bryce McGuire ini dibuka dengan adegan pada musim panas tahun 1992 di mana seorang gadis kecil berusaha mengambilkan perahu milik adiknya yang tengah sakit di kolam renang keluarga. Sayangnya sesuatu di dalam kolam menariknya dan membuatnya tenggelam. Adegan kemudian beralih ke masa sekarang di mana keluarga Waller akhirnya membeli rumah baru mereka. Keputusan ini diambil berhubung sang ayah, Ray (Wyatt Russell) mengidap penyakit yang membuatnya tak bisa melanjutkan karirnya sebagai atlet bisbol. Mereka sama sekali tidak mengetahui tentang kejadian silam tenggelamnya si gadis kecil di rumah yang kini mereka tempati. 

     Seakan menjadi pertanda, Ray sempat terjatuh ke dalam kolam saat mereka pertama kali melihat rumah yang kini mereka tempati. Tak lama keanehan-keanehan mulai terjadi selama mereka menggunakan kolam renang. Eve (Kerry Condon), istri Ray mengira melihat suaminya saat berenang sendirian di malam hari. Lampu pun mendadak mati dan menyala kembali saat dia keluar dari air. Lain kali, Elliot (Gavin Warren) si bungsu ditarik oleh arwah si gadis cilik saat tengah berenang sendirian. Elliot pun melapor pada ibunya. 

     Tak hanya Eve dan Elliot, si sulung di keluarga Waller, Izzy (Amelie Hoeferie) juga ditarik oleh hantu yang berada di dalam kolam saat sedang melakukan permainan Marcopolo dengan pacarnya. Sang pacar yang bermaksud bercanda meninggalkannya sendirian di kolam. Saat itulah Izzy merasakan ada yang menariknya ke bawah air. Hanya Ray yang merasakan manfaat dari kolam renang yang mereka miliki. Dia memanfaatkannya untuk terapi dengan berenang. Kesehatan Ray membaik dengan cepat. Namun, belakangan saat mengundang semua orang untuk berpesta, terjadi lagi kejadian aneh. Ray yang telah dirasuki hantu yang tinggal di kolam tanpa sadar mencengkeram kaki anak yang duduk di bahunya saat mereka tadinya melakukan permainan dalam air dan terus berjalan ke bagian kolam yang dalam sehingga menenggelamkan si anak. Untungnya Elliot yang merekam pesta itu dan tengah mengawasi kamera sadar ada yang salah dan segera memberitahu ibunya. Si anak dan Ray sama-sama selamat, tapi kini kecurigaan Eve membuatnya melakukan penyelidikan melalui internet. Eve menemukan rumah keluarga Summer dan menemui ibu si gadis kecil yang tenggelam di rumah mereka. Sang ibu yang sakit-sakitan menjelaskan bahwa jauh sebelum kolam renang itu ada, di bawahnya adalah sumber air yang menyerupai sumur permintaan. Nyawa dibayar dengan nyawa. Si gadis kecil harus kehilangan nyawanya sementara adiknya yang sakit-sakitan sembuh dari penyakitnya. Eve yang ketakutan segera pulang ke rumah. Sementara itu Elliot yang ingin menyelamatkan kucingnya yang hilang, Cider yang terdengar mengeong di kolam renang dijebak oleh hantu penunggu kolam renang sehingga tenggelam. Beruntung naluri Eve sebagai seorang ibu membuatnya mengetahui anaknya dalam bahaya. Eve pun berusaha menyelamatkan Elliot dan meminta Izzy untuk meminta bantuan. Bantuan itu urung didapat karena Ray yang kerasukan mencoba menyerang putrinya sendiri. Izzy terpaksa memukul ayahnya sendiri saat mencoba menyerang Eve. Pukulan Izzy membuat air kolam yang terminum oleh Ray termuntahkan sehingga Ray sadar dari kerasukan. Saat mencoba membawa Elliot keluar dari rumah untuk mendapat pertolongan, hantu kolam mencegahnya. Ray pun terpaksa mengorbankan dirinya untuk memastikan Elliot selamat dengan membiarkan nyawanya diambil oleh hantu kolam. Di akhir cerita Eve, Izzy, dan Elliot memutuskan untuk tetap tinggal di rumah mereka karena khawatir penghuni berikutnya akan mengalami kejadian yang sama yang telah merenggut nyawa Ray. Mereka pun menguruk kolam renang itu agar tidak lagi membahayakan.

     Film ini meski tidak banyak dipenuhi adegan jump scare, tapi cukup intens. Setiap kali seorang karakter masuk ke dalam air, penonton dibuat mengkhawatirkan si karakter yang sebelumnya tidak tahu tentang hantu di dalam kolam renang mereka. Secara keseluruhan film ini tidak begitu menakuti penonton, tapi lebih membuat penonton khawatir akan nasib karakter-karakternya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku Finding Audrey (Aku, Audrey)

Resensi Buku My Not So Perfect Life (Hidupku yang Tak Sempurna)

Resensi Buku How to Fall in Love (Cara Jatuh Cinta)